23 Desember 2011

Terbuka Dan Percaya



~ Pernah kuragukan dan rasanya tak akan pernah kupercayai bahwa hal ini ada, yaitu 'cinta sejati'. Namun saat ini rasanya aku tak bisa menyangkal lagi sebab telah kutemukan dan kurasakan sendiri. Kurasakan sendiri namun kadang karena rasanya begitu indah dan mendalam, jadi sulit untuk diungkapkan. Hahh mungkin agak lebay juga sih, namun kurasa ini sungguh manusiawi dan universal.

~ Hal - hal yang terindah di dunia ini memang biasanya tak terlihat, namun begitu nyata dan terasa. Dan kadang terasa lebih indah bila kita hayati dengan menutup mata, seperti halnya 'cinta sejati'. Cinta sejati adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli terhadapnya. Cinta sejati adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya dengan setia. Terkadang memang absurd dan tak masuk logika namun begitulah adanya.

~ Ada hal - hal yang tidak ingin kita lepaskan dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan. Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia melainkan awal dari kehidupan yang baru. Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba. Dengan ketulusan yang tak perlu diungkapkan, namun penuh keyakinan dan tanpa penyesalan.

~ Karena merekalah yang bisa menghargai, betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka. Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal, tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh. Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu. Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu. Hanya penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah kau buat yang seharusnya ada di dalam hidupmu.

~ Ketika cinta itu tulus meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah, tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia sewaktu kamu dapat mencintai seseorang yang kamu anggap tepat sebab dia telah membawa kebaikan dalam dirimu, sehingga terkadang lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri.

~ Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang. Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, atau karena ia tidak mempedulikan kita. Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya. Bila kamu hendak mengatakan sesuatu tataplah matamu di cermin dan lihatlah ke dalam matamu, dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu dan kebenaran akan terlihat dari sana. Sebuah kearifan yang sederhana namun tak semua bisa menyadarinya.

~ By Budijava Rhagagaz

12 Desember 2011

Penuh dan Membuncah


~ Ternyata selama ini aku terlalu apatis dan egosentris, terlalu asyik dengan diri sendiri dan kurang peka menyikapi dunia di luar di sekitar diriku. Terlalu percaya diri sehingga kepercayaan diri itu justru nampak sebagai sebuah keangkuhan.

~ Ternyata di luar sana masih banyak sahabat yang begitu menyayangiku, melindungiku bahkan membantuku dengan tulus saat aku lara. Sahabat yang tidak selalu menghiyakan semua tindakanku, namun juga mau mengkritik aku saat aku salah. Ah begitu menyenangkan dan membanggakan punya sahabat yang demikian.

~ Ternyata di luar sana terdapat juga sekeping hati yang begitu mencintai dan menyayangi diriku. Sekeping hati yang membuat aku takut tertambat namun semua telah terlambat. Sekeping hati yang telah terpahat di pojok hati dalam perpustakaan pribadiku. Sekeping hati yang menimbulkan kebahagiaan yang begitu rumit dan telah tahu bahwa kebahagiaan yang sederhana ini bisa menghempaskannya pada suatu ketika. Ah betapa bangganya terlibat dalam kebahagiaan orang lain yang begitu tulus dan mantap bahkan sedikit nekad. Akupun sangat menikmati dan mensyukuri kebahagian ini.

~ Ternyata yang sangat membanggakan dan menggetarkan hati adalah kebahagiaan keluarga sendiri. Begitu nyata dan lebih pekat nuansa hubungan batinnya. Tak terbantah dan tak tergantikan oleh kebahagiaan manapun. Terima kasih buat istri dan anak anakku tercinta yang telah begitu mencemaskan aku saat aku tak berada di sisimu dan begitu mengkawatirkan diriku saat tak ada kabar berita dariku. Oh . . . aku begitu bangga dan sungguh mencintai dan menyayangi keluargaku tanpa syarat apapun.

~ Ah begitu lengkap kebahagiaanku saat ini, dalam hati sanubariku. Ternyata memang kebahagiaan tak perlu dicari jauh jauh. Sebab dia berada di dekat kita. Yaitu di hati kita. Terima kasih ya Tuhan.

By Budijava Rhagagaz

03 Desember 2011

Terasa Nyata Walau Tak Nyata


~ Pengaruhnya sungguh terasa nyata namun tak terlihat. bahkan saat pertama kali bertemu, akupun tak tahu bahwa kamu akan menjadi begitu penting bagiku. Tak ada pengingkaran sedikit pun atas rasa ini walau tak kasat mata.

~ Keyakinan dan ketulusanmu telah membukakan cakrawala baru tentang kearifan hidup. Aku semakin merasa bodoh dan merasa masih sering bertindak tak adil terhadap sesama. Ternyata aku masih terlalu banyak berhutang pada kehidupan ini.

~ Terima kasih telah menganggapku bodoh dan menyalahkanku, berarti dengan tidak sengaja telah membuat diriku semakin kuat karena aku terus belajar dari kebodohan dan kesalahan masa laluku.

~ Ah . . . nikmat rasanya bila terkadang menjadi kekanak-kanakan dalam proses mematangkan kepribadian. Lalu menjadi bagian dari kebahagiaan orang lain dan kita mendapat efek samping disayangi bahkan dicintai. Dan aku menikmatinya ... hahaha.

By Rhagagaz

30 November 2011

Berpikir dan Bergerak


~ Aku bukan orang yang baik namun setidaknya aku berusaha menjadi orang baik dan selalu mengusahakan yang terbaik buat keluargaku dan baik buat sesama.

~ Aku bukan orang yang bisa dipercaya namun setidaknya aku berusaha mengemban amanat yang diberikan orang lain semampuku dan sewajarnya tanpa harus menjilat dan menjelek jelekkan orang lain.

~ Aku juga bukan orang yang selalu menepati janji namun setidaknya aku berusaha tidak mengecewakan orang lain dengan cara berusaha bertanggung jawab dan konsekuen.

~ Aku bukan orang yang jujur namun setidaknya aku berusaha menyinkronkan antara perkataan dengan perbuatan. Juga berusaha menepati janji dan tidak suka berdalih.

~ Aku berusaha tidak munafik, lebih baik kunyatakan kebenaran walau kamu menangis setelah mendengarnya daripada kamu tersenyum karena kebohonganku.

~ Aku berusaha terbiasa bergerak dan berpikir yang menandakan aku ada.

By Rhagagaz

Mengunggah Rasa Menggugah Nurani


~ Sudah tak mampu kuungkapkan lagi sebab kurasa tak ada lagi kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaan ini. Terlalu membuncah dan membumbung tinggi sehingga aku seolah olah telah kehilangan pijakan di bumi.

~ Ah . . . apa yang akan terjadi . . . terjadilah . . !

By Rhagagaz

29 November 2011

Memulai untuk mengakhiri


~ Kau mainkan untukku sebuah lagu tentang negeri di awan . . . di mana kedamaian menjadi istananya . . . dan kini telah kau bawa aku menuju ke sana ( Negeri di Awan by Katon B )

~ Tak dapat kau sangkal dan kau tolak, aku yakin seperti itulah perasaan bahagia yang kamu rasakan saat ini. Sebuah kebahagiaan yang telah melibatkan seseorang yang tak mungkin kamu miliki.

~ Aku pun kagum dan salut padamu sebab dirimu begitu arif menyikapi situasi ini. Kamu pernah bilang."Karena kebahagiaan ini nyata, dan tak akan kulepaskan begitu saja walau suatu saat aku bisa terhempas".

~ "Akan kualirkan saja dan kuambil energi positifnya buat perkembangan kepribadian dan kedewasaanku".

~ "Aku yakin dengan keputusanku dan aku siap resikonya. And I enjoy my live".

~ Kamu gadis yang cerdas, ulet dan juga baik. Aku sangat menghargai dan menghormati sikapmu. Dan suatu saat kamu harus memulai untuk mengakhiri agar saat terhempas tak begitu terasa menyakitkan.

~ Nikmatilah kebahagiaan yang ada di depanmu karena mungkin itu tak akan datang lagi.

By Rhagagaz

27 November 2011

Memimpikan Mimpi


~ Mbah Gibran pernah berkata, "manusia tidak dapat menuai cinta sebelum dia merasakan perpisahan yang menyedihkan dan menyayat hati, sehingga mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang amat pedih".

~ Misteri memimpikan mimpi tentang menyatukan perasaan adalah masalah yang rumit dan kompleks, keindahan yang dapat menjadi kepedihan, kebahagiaan dapat berubah menjadi penderitaan. Dan yang paling memikulan adalah saat kebersamaan harus terenggut oleh 'kehilangan'.

~ Intinya kita harus menyadari lebih dulu semua prosesnya, sehingga saat hal itu terjadi pada diri kita, setidak tidaknya kita telah mempersiapkan diri kita untuk menerimanya dengan natural dan wajar.

~ Seandainya kita terhempas, rasanya pun tak begitu telak menghantam diri kita, karena kita telah siap secara psikis dan fisik. Kita dapat meredamnya saat mimpi kita buyar, dan segera bangkit untuk meraih mimpi yang lain.

~ Raihlah mimpi, namun ingat, jangan sampai mimpi itu menghancurkan mimpi orang lain. Seandainya mimpinya sama, rangkailah dan satukan saja unjuk mendapatkan semangat yang lebih.

~ Mimpi cinta adalah salah satu kebebasan yang universal dan tak ada kekuatan yang dapat menghalangi perjalanannya. Maka bila itu terjadi pada dirimu nikmatilah, sebab rasa itu nyata.

By Rhagagaz

23 November 2011

Refresh Hati dan Pikiran


~ Inilah hati dan pikiranku, terlalu lama menjelajah namun jarang mendapat penyegaran. Terlalu sarat riwayat dan tumpang tindih penanda. Huaduh . . . pikiran jadi tumpul dan perasaan jadi kurang peka.

~ Yang paling tepat dilakukan adalah melihat diam dan mendengarkan, sambil menjalankan fungsi dasar.

~ Meringankan beban rasa dan karsa dengan penyegaran total. Hah terasa plong dan tanpa beban. Oke jalani segala aktifitas sewajarnya.

~ Ahaihai . . . direfresh aja lho, jangan diformat. Biar tak hilang data data penting di hati dan pikiranmu.

By Rhagagaz

21 November 2011

Kebahagiaan Yang Rumit


~ Kebahagiaanmu yang sederhana ini sebenarnya sarat dengan kerumitan yang luar biasa. Begitu kompleks sehingga kadang menafikan logika, rasanya begitu nyata namun sulit dipegang secara kasat mata.

~ Haruskah kutolak rasa ini walau berarti aku menipu diri sendiri? Mungkinkah menghentikannya secara sepihak, yang berarti aku harus merenggut kebahagiaanmu juga? Atau, kumatikan rasaku yang penting dirimu bahagia walau aku harus membutakan mata hatiku.

~ Harus kita tanggung bersama bila kita akhirnya harus terhempas, kandas dan tandas. Aku sadar dan yakin, sesuatu yang bermula suatu ketika pasti berakhir, termasuk kebahagianmu yang telah melibatkan aku dalam kerumitan ini. Dan kita harus menyadarinya sejak dini.

~ Biarkan kebahagian ini mengalir dan melewati serta mengisi relung hati kita hingga membuncah dan mencapai klimaksnya. Mari kita nikmati bersama dan bila harus luluh lantak pun harus bersama sama dan jangan hanya sepihak.

By Rhagagaz

17 November 2011

Kesetiaan yang Mengambang


~ Jangan mengharap terdapat kesetiaan bila kamu tidak bisa membuat kenyamanan.

~ Jangan dambakan kesetiaan bila kau masih egois, angkuh dan kekanak kanakan.

~ Jangan impikan kesetiaan bila kamu tak mengerti arti ketulusan dan punya pamrih dalam suatu hubungan.

~ Kesetiaan yang didasarkan pada materi hanya akan menumbuhkan kesetiaan semu. Kesetiaan akan terkikis bila harta benda habis.

~ Jujur. . . Aku bukan orang yang setia karena pada dasarnya kesetiaan itu memang tidak ada. Yang ada hanya kepentingan yang saling membutuhkan.

~ Kesetiaan adalah tanggung jawab.

By Rhagagaz

11 November 2011

Ketulusan Nurani


~ Bahkan bila suatu ketika kamu akan membenciku seumur hidupmu aku akan tetap menyayangimu dan menghormatimu, dan kamu tak perlu tahu ketulusan nuraniku.

~ Aku selalu berusaha memberi apa yang kau minta sejauh aku mampu, namun aku tak akan meminta apapun darimu. Satu hal yang aku pinta darimu, jangan meminta aku membencimu

~ Aku tak berharap rasa sayangku akan menyatukan kita dalam kehidupan saat ini, namun aku yakin kita bisa bersatu dalam kehidupan yang akan datang.

~ Semua kesendirianku, kepedihanku dan penderitaanku akan menjadikanku makin menyayangimu walau aku sadar bahwa tak mungkin menyatukan rasa kita dalam kehidupan nyata ini.

~ Lanjutkan hidupmu dan aku hanya tahu bahwa kau harus bahagia dalam kebencianmu padaku.

By Budijava Rhagagaz

09 November 2011

Rasa yang Rumit


~ Aku heran dengan rasaku ini, mengapa masih sempat tertambat dan berlabuh di dermaga yang baru kau kenal, yang seolah - olah kau pernah pernah kau datangi. Dan aku tak takut kandas di situ.

~ Terkadang aku heran dengan hati ini, terasa perih namun tetap gigih. Terasa sakit namun selalu saja bangkit. Terasa kecewa namun tak begitu terluka. Apa yang kupertaruhkan dengan hatiku kadang tak jelas bahkan gelap.

~ Hahahaha makanya jangan sok dewasa sok tegar atau sok angkuh seolah tak tersentuh, padahal masih rapuh. Keangkuhan semu hanya kamuflase dari kedewasaan semu.

~ Lebih arif bila kita dapat menikmati setiap fase perkembangan kepribadian kita secara alamiah. Berusaha menjadi diri sendiri dan bisa menempatkan diri secara proporsional. Open mind and positive thinking serta banyak membaca akan sangat membantu perkembangan kedewasaan dan berada di jalur yang benar.

~ Kemudian, jangan takut menghadapi masalah, sebab ujian kepribadian yang sebenarnya adalah bagaimana cara kita menghadapi dan menyelesaikan masalah yang kita dapatkan. Oke, tatap dan songsong kedewasaanmu.

By Budijava Rhagagaz

25 Agustus 2011

Bukan Tantangan Hanya Godaan


~ Salah satu sifat jelekku adalah terlalu mudah iba pada orang lain, sehingga hal itu kadang membawaku untuk mencampuri urusan orang lain. Maksudku memang membantu, namun kadang malah menjerumuskanku dalam pikiran dan perasaanku.
Dalam perjalanan hidup kita harus menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Sebuah keniscayaan yang tak mungkin kita hindari.

30 Juli 2011

Dangkal


~ ternyata kau hanya pandai mengeluh dan suka meratap, cengeng sehingga hanya menimbulkan belas kasihan orang lain. Naif memang kalau mendapatkan simpati dan empati dari orang lain karena rasa iba.

~ Juga masih egois dan angkuh, sulit menghargai orang lain. Keangkuhanmu lebih nyata daripada kepandaianmu. Kapan akan menjadi pribadi yang dewasa dan bijaksana bila dirimu tak pernah ditempa dan diuji oleh kehidupan.

~ Tapi yakinlah, memang semua itu proses yang terakumulasi dan terintegrasi.

10 Mei 2011

Perasaan Kehilangan

~ Beberapa waktu terakhi ini aku merasakan suatu perasaan hampa yang begitu dalam. Makro kosmosku sedikit terguncang, namun aku agak terlambat menyadarinya.

~Ternyata sumber semua itu adalah aku telah kehilangan. Kehilangan seseorang yang telah 86 tahun menyatu dalam kehidupannku. Alam bawah sadarku bergolak tapi aku tak menyadarinya.

~Kehilangan akan tetap terjadi
dalam tiap fase hidup kita.
Karena tak ada sesuatu yang
abadi, kecuali perubahan itu
sendiri. Satu-
satunya cara untuk
persiapkan hati kita adalah,
dengan menjaga jarak antara
perasaan dan logika untuk di
fungsikan masing-masing
pada saat yang tepat. Tidak
dengan memaksakan diri.


~Karena tak mungkin
menyuruh seseorang untuk
berhenti menangis saat orang
terkasihnya pergi. Awal
terjadinya rasa kehilangan,
ikuti sajalah kesedihan kita
seberapa jauh dia mengalir.
Jangan menentangnya.
Alirkan saja. Ikuti geraknya.Tumpahkan perasaan kita.
Karena segala sesuatu butuh
proses sealami mungkin
untuk mengeluarkan energi
negatif dan memasukan
kembali energi positif. Dengan
harapan spirit hidup kita
menyala kembali. Saat proses
pengaliran energi negatif
dalam kesedihan, boleh
vakumkan logika untuk
sementara, namun jangan
larut selamanya. Karena
kehidupan akan selalu
menanti untuk dijalani
dilangkah kita berikutnya. Jadi
mau tak mau kita harus tetap
hidup kalau memang mau
terus hidup dan tak memilih
mati ditempat. Percayakan
kesedihanmu pada Tuhan.
Karena hanya DIA yang paling
memahami urusan kita.

~Kita boleh merasa kehilangan, asal jangan sampai kehilangan jati diri dan kehilangan nurani, sehingga kita merasa asing terhadap diri sendiri.

By Budijava Rhagagaz

01 Mei 2011

Menikmati Kepahitan Hidup


~ Pengurbananku, kebaikanku, keikhlasanku kadang berbuah pahit, namun aku tidak akan berhenti berhenti berbuat kebaikan. Karena setiap perbuatan adalah pilihanku dan aku tahu resikonya.

~ Akan kulakukan segalanya untuk keluargaku atau bagi siapa saja yang kuanggap keluargaku. Aku tak butuh pernyataan, penghargaan, atau pujian atas segala pengorbanan dan kebaikanku. Itu semua sudah pilihan hidupku.

~ Aku terbiasa hidup dalam kepahitan, dan aku bisa menikmatinya. Aku pernah terpuruk dan berada di titik nadir kehidupan. Namun aku tidak luluh lantak. Aku tetap selalu bisa menikmati hidup, seburuk apapun situasinya.

~ Bila hati dan pikiran kita masih bisa tergetar dan takjub dalam penderitaan dan kepahitan berarti kita masih berjiwa. Nikmati kepahitan hidup ini seperti saat kamu menikmati kemanisan dan kesenangan.

By Budijava Rhagagaz

23 April 2011

Inkonsistensi


~ Mengapa untuk satu masalah ini aku sering tidak konsisten? Ambigu dan dilematis. Selalu mengambang di antara ego pribadi dan pertinbangan hati nurani.

~ Aku tidak mau kalau egoku ditindas ego orang lain. Nanun di lain pihak visi hati nuraniku mengarahkan dan mengisyaratkan aku harus mengalah demi kebaikan semua. Ah begitu sulit aku memutuskan, sehingga aku jadi tidak konsisten.

~ Melihat keangkuhanmu (yang semu) aku kadang merasa bahwa aku lebih angkuh dan lebih tegar darimu. Namun aku sering merasakan kesedihanmu, kesendirianmu, kemarahanmu, kegalauan hatimu bahkan kebencianmu (yang semu). Why?

~ Perlu kejernihan logika untuk mengurai benang kusut ini. Ini bukan perkara menang kalah. Ini adalah pertaruhan kepribadian. Mengalah bukan berarti kita kalah. Kadang kita harus mundur satu langkah untuk melompat ke depan. Tidak konsisten demi kebaikan bukan berarti
tidak berprinsip. Memang harus realistis dan pragmatis. Oke don't give up !
By Budijava Rhagagaz

21 April 2011

Keterbatasan


~ Kalau kita mau jujur pada diri sendiri, kita akan melihat bahwa keterbatasan adalah sebuah keniscayaan. Sempurna dan kesempurnaan hanyalah sebuah kata, dan hanya Sang Pencipta yang memilikinya.
~Setiap manusia yang masih berhahan hidup dan menjalani proses kehidupan pasti punya kekurangan dan kelemahan. Baik itu kekurangan fisik, mental, intelektual, spiritual, materi dan lain-lain.

~ Intinya, bagaimana kita melanjutkan hidup dan kehidupan dengan mengoptimalkan keterbatasan kita? Keterbatasan yang kita miliki hendaknya jangan membuat kita lemah dan dan menjadikan kita dikasihani orang lain. keterbatasan tersebut harus kita manfaatkan untuk mengolah kreatifitas berpikir kita. Kalau kita melihat sisi positif dari keterbatasan tersebut maka secara tidak langsung alam bawah sadar kita akan bergerak mencari celah di labirin keterbatasan. Proses pencarian itu akan menjadikan kita manusia yang dinamis dalam pencarian jati diri kita. Membentuk karakter dan kepribadian kita menjadi kuat dan mantap.

~ Jangan menghakimi kelemahan dan kekurangan diri sendiri. Jangan pergunakan keterbatasan kita menjadi bahan keluhan. Jika kita hanya memandang negatif keterbatasan kita, maka kita akan berhenti bergerak, kita menjadi jiwa yang 'mati'. Dalam arti keberadaan kita sebagai manusia tak berarti apa-apa.

~ Aku menyadari bahwa keterbatasanku tak terbatas, tapi aku tahu apa yang harus kulakukan. Limit is no limit. by Budijava Rhagagaz.

18 April 2011

Over Dosis Perasaan


~ Mengapa kadang perasaanku membutakan akal sehatku. Menisbikan daya nalarku, menafikan logika alamiku. Sehingga membuat mikrokosmosku sedikit terguncang.

~ Biasanya aku tangguh dan intensif dalam memanfaatkan potensi otakku secara maksimal. Mematangkan karakter dan kepribadian berdasarkan tempaan hidup, yang tak cukup hanya dengan kepandaian, namun harus menggunakan kecerdasan.

~ Oke, jadilah diri sendiri menjadi pribadi yang berkualitas dan berkarakter kuat. Tak bisa menjadi orang pandai, maka jadilah orang baik. Tak bisa menjadi orang yang sukses maka jadilah orang yang berguna.

~ Berimbanglah dalam menggunakan perasaan dan pikiran sehingga mendapatkan solusi kehidupan yang bermakna dan berwarna. Ingat! Hidup dan kehidupan tidak hitam putih, selalu ada wilayah abu abu.

14 April 2011

Berpikir tentang Berpikir


~ Berpikir adalah awal pijakan tindakan manusia. Ada ungkapan Latin, 'cogito ergo sum'. Maknanya 'aku berpikir maka aku ada'. Itu adalah salah satu eksistensi manusia.

~ Berpikir yang bagaimana?
Tentu saja bukan cara berpikir yang dangkal atau spontan. Lebih mengarah ke positive thinking dan open minded.
Berpikir bagaimana kita harus berpikir tidak semudah yang kita pikirkan.

~ Kita berpikir ketika ada masalah, berarti kita mempermasalahkan masalah tadi. Dan saat kita mempermasalahkan masalah tadi kita berada dalam masalah.

~ Maksudnya, jika manusia berpikir dengan menggunakan potensi luar biasa, anugerah Sang Pencipta, yaitu otak, pada hakikatnya manusia itu 'benar-benar ada sebagai manusia'. Sebaliknya, bila seorang manusia tidak menggunakan pikirannya (tak pernah berpikir keras, cenderung menggunakan bagian terkecil dari kemampuan otaknya) berarti orang itu 'telah mati' karena tak mampu berpikir keras.

~ Positive thinking dan open minded adalah salah satu perwujudannya. Oke, jangan berpikiran dangkal dan apriori.
To be continued

08 April 2011

Kontemplasi


~ Bahkan aku sudah tidak perduli lagi apa yang terjadi padamu. Sudah terlalu lama aku merendahkan diriku bahkan tidak menjadi diriku sendiri hanya untuk menebus sesuatu darimu.

~ Entah aku yang bodoh dan terlalu kotor atau engkau yang sangat sempurna, sangat bersih dan selalu benar sehingga seolah menganggapku begitu rendah dan tidak pantas didekati.

~ Aku terlalu membuang buang energi untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dan tidak jelas. Sesuatu yang masih mengambang.

~ Dalam ketidakpedulianku semoga kau berubah.

03 April 2011

Mengasah Intan Kepribadian


~Dalam hidupku aku telah beberapa kali mengasah intan sehingga menjadikan sebuah pribadi yang kuat dan berkarakter. Menjadikan berlian yang berharga dan bermartabat.
~Tahun 1990, di Yogyakarta kutemukan sebuah batu berharga, kuasah ia kurang lebih 10 bulan, dan jadilah sebuah batu berlian yang indah dan berkarakter khas. Berlian itu dikoleksi sahabat baikku seorang trah darah biru dari Kasultanan Yogyakarta.
~Tahun 1992 kutemukan batu berharga di seputaran Pengging. Batu permata ini sangat spesifik dan bertalenta. Kuasah dengan kesabaran dan ketelitian, dan akhirnya menjadi intan yang begitu mempesona dan masyur hingga ke manca negara. Intan itu kini dikoleksi oleh seoran seniman Surakarta.
~Akhir tahun 1992 kutemukan batu berharga di dekat tempat tinggalku. Batu tersebut begitu sederhana. Kuasah dia dan jadilah berlian yang sederhana tapi menancarkan aura positif yang amat kuat. Berlian itu kukoleksi hingga kini dan akan kujaga sampai aku mati.
~Di tahun 2001 kutemukan intan yang amat elok di daerah Riau. Kuasah dan kubentuk, akhirnya menjadi intan yang charming n smart. Intan itu akhirnya kutinggalkan di Pkn Baru. Aku pulang kampung. Entah apa yang terjadi dengannya saat ini, dan dimiliki oleh siapa?
~Nah ini yang menarik. Aku baru saja menemukan intan di dekat rumahku. Saat ini aku bingung. Akan kuasah dan kubentuk, tapi batunya masih terlalu muda. Akhirnya ya kuhentikan usahaku. Batu itu sekarang. kuletakkan begitu saja. Aku tidak bisa mengasahnya. Kubiarkan dia kerkilau karena proses alam.
~Itulah hasil kerja kerasku mengasah intan kepribadian

27 Maret 2011

Kekanak-kanakan


~Sifat yang kadang memusingkan orang lain. Tidak mau mengerti, keras kepala. Tidak mau mengalah, selalu merasa paling benar. Egois, narsis, suka dipuji dan ingin dianggap hebat. Gampang mencela orang, logika pendek dan dangkal. Cenderung rapuh dan cengeng. Bila terpojok dalam suatu masalah mudah menjadi pendendam.

~Ini adalah sifat orang yang kesadarannya belum tumbuh sepenuhnya. Atau kanak kanak dalam tubuh remaja atau orang dewasa yang kematangan karena bertambahnya usia belum atau tidak terjadi.

~Proses pembentukan karakter yang baik adalah menjadi matang dan dewasa dengan membawa sifat childish. Matang dan bertanggung jawab dalam bergaul dan memperlakukan orang lain dengan sopan dan selalu ramah. Tetap playful.

~Saya pernah dikatakan kekanak-kanakan oleh orang yang betul-betul kekanak-kanakan. Tapi saya tetap tersenyum dan berkata, 'tidak masalah, masih lebih baik kekanak-kanakan daripada dikatakan kriminal.'

22 Maret 2011

Kepekaan Nurani


~ Kadang aku menyayangi (bukan mencintai) orang lain seperti menyayangi keluargaku sendiri, melebihi menyayani diriku sendiri. Walau akhirnya yang kudapat hanya kebencian yang membabi-buta, yang menafikan kepekaan nurani. Naif memang, namun aku ikhlas. Itu semua adalah proses pembelajaran kedewasaan yang tak mengenal batas waktu.

~ Merenungkanmu kini memang akan menggugah haruku. Aku berekspektasi terlalu tinggi terhadap dirimu. Kedewasaan tak dapat dipercepat, direncanakan atau didatangkan dengan paksa. Harus berjalan sesuai dengan proses kehidupan. Itulah yang terlambat aku sadari. Cara seseorang mencapai tataran kedewasaan tidaklah sama.

~ Aku memang bodoh dan kadang naif, namun aku mengakui dan menyadari kebodohanku itu. Aku hanya berusaha menjadi orang yang baik, berguna dan bermartabat. Aku tak tertarik menjadi orang yang pandai dan terkenal tapi tanpa kepekaan nurani.

~Berbahagiaalah bagi orang yang pernah kuanggap sebagai saudaraku, berarti dia telah mendapatkan sebagian jiwaku. Dan aku takkan pernah menyesali komitmenku karena itu kuanggap sebagai membayar hutang pada manusia dan kehidupan.