01 Mei 2011

Menikmati Kepahitan Hidup


~ Pengurbananku, kebaikanku, keikhlasanku kadang berbuah pahit, namun aku tidak akan berhenti berhenti berbuat kebaikan. Karena setiap perbuatan adalah pilihanku dan aku tahu resikonya.

~ Akan kulakukan segalanya untuk keluargaku atau bagi siapa saja yang kuanggap keluargaku. Aku tak butuh pernyataan, penghargaan, atau pujian atas segala pengorbanan dan kebaikanku. Itu semua sudah pilihan hidupku.

~ Aku terbiasa hidup dalam kepahitan, dan aku bisa menikmatinya. Aku pernah terpuruk dan berada di titik nadir kehidupan. Namun aku tidak luluh lantak. Aku tetap selalu bisa menikmati hidup, seburuk apapun situasinya.

~ Bila hati dan pikiran kita masih bisa tergetar dan takjub dalam penderitaan dan kepahitan berarti kita masih berjiwa. Nikmati kepahitan hidup ini seperti saat kamu menikmati kemanisan dan kesenangan.

By Budijava Rhagagaz

3 komentar:

  1. Aku salut padamu Dik, kutahu perjuanganmu, aku salah satu saksi hidupmu, walau setitik....

    BalasHapus
  2. geguritan pratanda ne neng ndi , Dik..?

    BalasHapus
  3. ariesta ersidyani18.5.11

    sy pgn komen,tp bingung gmn nulisnya.
    itulah sy,byk yg dipikir,tp tak tau gmn ngungkapinnya..

    BalasHapus