25 Januari 2013
sesandhingan ora sumandhing
katone wus ora wigati maneh rasaku kang nggondheli sukmamu
kadya cahya kang kasaput mega ireng kang peteng ndedhet
ana wujude nanging wus angel dirasakake
kabeh wus kesirep dening sawangan liya kang rumangsamu luwih bening
aja senden ing pundakku maneh ta ndug . . .marga aku wus ora patut disendeni
aja gondelan aku maneh ta ndug . . .aku wis ora wenang mbok gondheli
aku wus dudu apa apa uga dudu sapa sapa lan wang wung tanpa rowang
kepenakna uripmu kanthi nglirwakke pikirmu bab sliraku
sliramu wus dewasa lan kudu bisa ngadeg lan lumaku
kanthinen ati kang mbok tresnani lan mbok aboti
lan sing cetha kuwi dudu aku
aku lan kowe cen sesandhingan kang ora bisa sumandhing
kabeh iki aku bisa nampa kanthi legawa
amarga aku kulina urip pait lan wus kuwaregen lara ati
26 Desember 2012
Makin Tak Yakin

Tetapkah kamu pada keputusanmu yang tak kau yakini? Ingin mengalir mengikuti arus yang tak kau ketahui arah alirannya? Masih berusaha mengalah walau kamu sadar akhirnya kamu juga kalah? Masih menikmati kepedihan dan penderitaan yang seharusnya tak pantas kamu terima? Masih berusaha nampak tegar di luar walau sebenarnya remuk redam di dalam? ITUKAH DUNIA BARUMU YANG BERUSAHA KAMU BANGUN?
Kalau kamu banyak menjawab YA, berarti memang kamu keras kepala. Dan mungkin sedang mengalami stadium awal depresi. bukalah dirimu, pandanglah sesuatu dengan mata kepala mata hati dan juga mata pikiranmu. Jangan memaksakan kehendak yang kamu tidak kuat menanggung bebannya. memang benar hidup harus berani mengambil resiko, namun usahakan kita mendapatkan resiko terburuk yang paling kecil.
Bila kamu tetap nekad memutuskan semua yang bukan keinginanmu itu, berati kamu memang bodoh dan bebal. Dan menurutku itu bukan kamu yang sebenarnya. Kamu adalah orang lain yang akan berubah menjadi gila. Ha ha ha ha aku cuma bisa tertawa melihatmu seperti itu.
22 Desember 2012
luh biru
sanajan rasane wus luber luh biru ing netramu
aja nganti tumetes neng ngarepe wong kang gawe laramu
kene kene suntaken ning kalbuku grojokno ing sajroning rasaku
kareben aku bisa ngresepi laraning tyasmu
aku mangerteni kabeh maknaning luh birumu nduk
amarga sliramu wus dadi aku lan aku wus nyawiji mring sanubarimu
luh birumu kuwi wewayangan prasetyamu mring kapercayanmu
kang ora bisa kawaca dening samubarang pawongan
pancen cubluk lan kethul priya kang gawe pinggeting tyasmu
pengen ngereh ragamu nanging ora bisa mangerteni jiwamu
kadya cecak pengen nguntal mbulan ... ngayawara
nanging sliramu bisa tansah tulus tanpa sambat
luh birumu uga duwekku nduk laramu uga laraku nduk
bisa melu ngrasakke laramu kuwi anugerah kanggoku
kene tak tampanane tumetesing luh birumu nduk
mugo bisa kanggo nyiram pedut ing atiku uga kalbumu
kembang kanthil marang kembang nanga
11 Desember 2012
Satu Pembeda

Terkesan dengan tatapan sinar matamu yang bening mamun punya aura yang tegas. Tatapan yang lembut namun berkarakter kuat sehingga mampu meluluhlantakkan sorot mata lain yang mencoba menatapmu. Itu satu pembeda.
Ketulusan hatimu tak terbantahkan dan tak pernah surut kepada orang yang kau percayai. Kau juga sadar bahwa ketulusan tak selalu berbuah manis. Kamu tak pernah merasa berkorban, sebab semua yang kau lakukan pada dasarnya tulus. Bagimu pengorbanan bukan ketulusan. Ini satu pembeda.
Satu pembeda yang lain darimu adalah tentang keyakinan. Kamu tak pernah menyesal pada apa yang telah kamu lakukan bila itu kamu yakini benar. Padahal kebenaranmu tak selalu sama dengan kebenaran orang lain. Keyakinanmu adalah keyakinan yang rasional dan realistis, bukan keyakinan semu.
09 Desember 2012
Buku Baru Jati Diriku
Dari sini aku harus mulai dan harus berani memulai menulis dalam lembaran baru buku baruku. Akan kutulis dengan penaku sendiri, bukan pena pinjaman dari siapapun. Akan kutulis apapun yang aku mau sesuai kata hati nuraniku dan yang kuanggap terbaik buat hidupku. Dalam buku baruku ini akan kutunjukkan jati diriku yang sebenarnya, tanpa terpengaruh atau terkontaminasidari jiwa-jiwa yang lain.
Kuakui memang masih ada sebagian jiwa yang lain dalam jiwaku. Tapi partikel jiwa tersebut telah menjadi bagian dari jiwaku yang telah membentuk karakter jati diriku dan memantapkan kematangan kepribadian dan membentuk kedewasaanku. Telah merasuk dan mendarah daging dan aku bangga menyatu dengannya. Aku bangga menjadi diriku karena tempaan hidupku bersama sebagian jiwa tersebut, dan itulah aku yang akan memulai menulis pada lembaran baru buku kehidupanku.
Mungkin akan kutulis segala sesuatunnya secara lugas dan tegas, ya aku memang suka apa adanya karena dalam hidup aku berprinsip tidak mau munafik. Kalau tulisanku mungkin menyakitkan atau terasa pahit tapi itu adalah kebenaran dalam hidupku. Tak kurisaukan kamu bisa menerima atau tidak, tak kuhiraukan kamu berteriak teriak bilang tak suka, ini adalah tulisanku dengan penaku. Pena yang telah kuasah dengan penderitaan dan kebahagiaan, pena yang kuisi debgan kepedihan dan kegembiraan, pena yang telah kulumuri dengan tinta kenikmatan dan kesakitan. Penaku sendiri pena dari DIA.
Dari Michelia Alba untuk Cananga Odorata
03 Desember 2012
mbedol rasa
sing wus tak tandur lan tak uri-uri bakale arep tak bedol
bakal tak bedol nganti sak oyot-oyote kareben punthes sakabehe
tak rasak-rasakne dewe tak sanga-sanggane dewe
kabeh mau pancen wus titi wancine kanggo mbedol rasa iki
aja kelingan uga aja kelangan kudu tak tampa kanti rila
aja sambat apa meneh nganti mbrebes mili kudu sak madya
pancen dumadine kudu ngene iki kudu tak trima
kudu percaya menawa kabeh mau wus ginaris dening Gusti
bakal tak bedol nganti sak oyot-oyote kareben punthes sakabehe
tak rasak-rasakne dewe tak sanga-sanggane dewe
kabeh mau pancen wus titi wancine kanggo mbedol rasa iki
aja kelingan uga aja kelangan kudu tak tampa kanti rila
aja sambat apa meneh nganti mbrebes mili kudu sak madya
pancen dumadine kudu ngene iki kudu tak trima
kudu percaya menawa kabeh mau wus ginaris dening Gusti
01 Desember 2012
Kirtis Dan Terbatas
Ketulusan yang kamu yakini kadang justru menyakiti dirimu sendiri, mengapa? Itu karena pada dasarnya kamu tak mau mengecewakan orang lain, tak mau menyakiti orang lain dan kamu suka menyenangkan hati orang lain. Bagiku itu bukan ketulusan, itu adalah keterpaksaan, dan itu akan menggerogoti pikiranmu kemudian pelan pelan akan mengikis jasmanimu. Renungkan dan endapkan...
Tahapan tahapan hidupmu ke arah masa depanmu meskipun kau jalani dengan mengalir apa adanya, itu harus kau arahkan secara dinamis realistis dan pragmatis. Dinamis sesuai kemampuan kematangan kepribadian dan kedewasaanmu, Realistis sesuai dengan kenyataan yang kamu hadapi kamu lihat kamu rasakan. Pragmatis dengan komitmen pribadimu dan sesuaikan dengan rencana rencana yang telah kamu persiapkan.
Mengenal diri sendiri dan berusaha menjadi diri sendiri adalah kekuatan dasar hidupmu, jangan pernah kehilangan jati dirimu dan jiwamu. Dan bila kamu merasa berat dan seolah tak ada jalan keluar, tanyakan pada hati nuranimu dan serahkan semua pada DIA, pasti Dia Sang Maha Bijak punya jalan yang terbaik untukmu, dan dia akan memberitahukan jalan terbaikmu lewat kata hati nuranimu.
Satu hal lagi . . . kamu harus tetap sadar dan terjaga dalam situasi apa pun. Buatlah yang rumit menjadi sederhana, jangan sebaliknya. Dan nikmati hidupmu . . .enjoy your live.
. . .dari Michelia Alba untuk Cananga Odorata. . .
Langganan:
Postingan (Atom)


