20 Oktober 2012

Retak Seribu


~ Yang seharusnya indah akhirnya musnah karena aku tak tahu apa apa. Aku yang kini tak bermakna dengan terpaksa mematikan rasa yang sebabnya aku sendiri tak tahu.

~ Tanpa penjelasan dan kejelasan telah tercabut dengan paksa dari akar hatiku, perih mengiris bahkan membelah nyaris tanpa perasaan sama sekali.

~ Aku merasa muak sebab masih merindukanmu . . .

~ Nikmati hidupmu yang penuh dengan kepura puraan, tertawalah lepas dengan segala kepura puraanmu . . .

11 Oktober 2012

Tahu Diri


~ Terkadang aku merasa letih membimbingmu sebab kamu kurang peka terhadap perasaan orang lain. Aku tahu diri mungkin aku yang bodoh dan naif dan kamu memang tegar dan tangguh.

~ Ingat dan pahami, bila kau merasa wangi, periksa ketulusanmu, mungkin itu asap amal salihmu yang terbakar prasangka buruk.

~ Bila kau merasa tinggi, periksa batinmu mungkin kau sedang melayang karena telah hilang pijakan.

~ Bila kau merasa suci, periksa jiwamu, mungkin itu nanah dari luka nuranimu.

~ Bila kau merasa besar, periksa hatimu mungkin ia sedang bengkak.

~ Aku selalu menghormatimu sebagai bagian dari proses pendewasaan persahatan tak terbatas kita. Juga demi kematangan dan kemantapan kepribadian kita.

08 September 2012

Keterpurukan Akut


~ Aku terpuruk lagi karena egois, bodoh dan terlalu percaya diri. Tak memiliki visi hidup yang jelas juga mengalami krisis iman yang berkepanjangan. Aku merasa begitu bodoh dan benar-benar menyesal, karena telah mengorbankan keluargaku demi kesenanganku sendiri.

~ Aku tak ingin banyak bìcara lagì, harus segera bangkit dan menjadi manusia baru

23 April 2012

Aliran Perasaan Absurd


~ Aliran perasaan memang absurd, terkadang sulit dibendung dan kadang susah dimengerti. Namun tak bisa dibantah meskipun dapat kita sembunyikan dari orang lain.

~ Seperti yang kurasakan saat ini, rasaku tertambat ke lain hati, namun sebenarnya hatiku sudah memiliki dan dimiliki oleh keluargaku yang damai dan bahagia. Sedangkan satu hati yang baru ini juga merasa nyaman dan bahagia walau hanya mendapat sekeping hatiku.

~ Dia menjadikanku pegangan dan sandaran, bahkan menganggapku sebagai seorang ayah. Sangat mudah bagiku memahami perasaannya, namun sangat susah bagiku untuk melakoninya dengan arif. Aku tak mau menyakiti perasaanya, namun aku tak mau mencederai kebahagiaan keluargaku. Aku bisa saja dengan mudah menganggapnya anak, namun aku takut aliran perasaanku menjadi makin liar dan makin absurd.

~ Tulisan ini terpaksa terputus tanpa solusi yang jelas, aku sedang berusaha mengendapkan pikiran dan perasaanku entah sampai kapan . . .

By Budijava Rhagagaz

08 April 2012

Jangan Khawatirkan Keretakan


~ Pepatah mengatakan 'sebesar atau sedasyat apapun badai pasti berlalu'. Percayalah, seberat apapun masalah pasti ada solusinya. Demikian pula dengan sebuah hubungan, sebaik apapun hubungan itu suatu ketika pasti ada masalah atau keretakan.

~ Keretakan suatu hubungan sangat alamiak dan manusiawi. Tinggal bagaimang kita menyikapi dan menindaklanjutinya. Kedewasaan dan kemantapan kepribadian akan sangat berpengaruh pada hasil akhir mengatasi masalah ini.

~ Keretakan hubungan justru bisa menjadi ujian kedewasaan, juga menyadari adanya saling perbedaan dan menjadikan bahan instropeksi diri dan berusaha menyatukan beberapa perbedaan dengan saling menyadari kekurangan dan kelebihan masing masing.

~ Mau menyadari kekurangan dan mau mengakui kelemahan, justru di situlah letak kekuatan kita.

By Budijava Rhagagaz

07 April 2012

Ketegasan Kejujuran


Kejujuran dan keterbukaan terkadang menyakitkan, bagi yang keliru memahaminya.
Kejujuran dan keterbukaan kadang dipersepsikan negatif, bagi yang tidak memahaminya.
Kejujuran dan Keterbukaan juga bisa menjadi masalah, ketika hanya dilihat dari satu sudut.
Kejujuran dan keterbukaan akan dianggap sebagai musuh, ketika nurani tertutup duri.
Kejujuran dan Keterbukaan sepahit apapun masih lebih baik daripada Kemunafikan.



Ketegasan kadang dimaknai sebagai sikap arogansi, bagi yang sedang bermasalah.
Ketegasan kadang dicurigai sebagai sebuah kebencian, ketika keliru memaknainya.
Ketegasan kadang dianggap biang perpecahan, bagi yang kurang sabar dan kurang peka.
Ketegasan kadang menjadi musuh bersama, bagi yang senang ketidakteraturan.
Ketegasan bagaimanapun tetap diperlukan dalam mengendalikan roda kehidupan.