23 April 2012

Aliran Perasaan Absurd


~ Aliran perasaan memang absurd, terkadang sulit dibendung dan kadang susah dimengerti. Namun tak bisa dibantah meskipun dapat kita sembunyikan dari orang lain.

~ Seperti yang kurasakan saat ini, rasaku tertambat ke lain hati, namun sebenarnya hatiku sudah memiliki dan dimiliki oleh keluargaku yang damai dan bahagia. Sedangkan satu hati yang baru ini juga merasa nyaman dan bahagia walau hanya mendapat sekeping hatiku.

~ Dia menjadikanku pegangan dan sandaran, bahkan menganggapku sebagai seorang ayah. Sangat mudah bagiku memahami perasaannya, namun sangat susah bagiku untuk melakoninya dengan arif. Aku tak mau menyakiti perasaanya, namun aku tak mau mencederai kebahagiaan keluargaku. Aku bisa saja dengan mudah menganggapnya anak, namun aku takut aliran perasaanku menjadi makin liar dan makin absurd.

~ Tulisan ini terpaksa terputus tanpa solusi yang jelas, aku sedang berusaha mengendapkan pikiran dan perasaanku entah sampai kapan . . .

By Budijava Rhagagaz

08 April 2012

Jangan Khawatirkan Keretakan


~ Pepatah mengatakan 'sebesar atau sedasyat apapun badai pasti berlalu'. Percayalah, seberat apapun masalah pasti ada solusinya. Demikian pula dengan sebuah hubungan, sebaik apapun hubungan itu suatu ketika pasti ada masalah atau keretakan.

~ Keretakan suatu hubungan sangat alamiak dan manusiawi. Tinggal bagaimang kita menyikapi dan menindaklanjutinya. Kedewasaan dan kemantapan kepribadian akan sangat berpengaruh pada hasil akhir mengatasi masalah ini.

~ Keretakan hubungan justru bisa menjadi ujian kedewasaan, juga menyadari adanya saling perbedaan dan menjadikan bahan instropeksi diri dan berusaha menyatukan beberapa perbedaan dengan saling menyadari kekurangan dan kelebihan masing masing.

~ Mau menyadari kekurangan dan mau mengakui kelemahan, justru di situlah letak kekuatan kita.

By Budijava Rhagagaz

07 April 2012

Ketegasan Kejujuran


Kejujuran dan keterbukaan terkadang menyakitkan, bagi yang keliru memahaminya.
Kejujuran dan keterbukaan kadang dipersepsikan negatif, bagi yang tidak memahaminya.
Kejujuran dan Keterbukaan juga bisa menjadi masalah, ketika hanya dilihat dari satu sudut.
Kejujuran dan keterbukaan akan dianggap sebagai musuh, ketika nurani tertutup duri.
Kejujuran dan Keterbukaan sepahit apapun masih lebih baik daripada Kemunafikan.



Ketegasan kadang dimaknai sebagai sikap arogansi, bagi yang sedang bermasalah.
Ketegasan kadang dicurigai sebagai sebuah kebencian, ketika keliru memaknainya.
Ketegasan kadang dianggap biang perpecahan, bagi yang kurang sabar dan kurang peka.
Ketegasan kadang menjadi musuh bersama, bagi yang senang ketidakteraturan.
Ketegasan bagaimanapun tetap diperlukan dalam mengendalikan roda kehidupan.

23 Maret 2012

Pegangan dan Sandaran


~ Kau jadikan aku pegangan dan sandaran, karena menurutmu aku dewasa dan bijak, sebentar . . . aku bukan seperti itu dan mungkin kamu terlalu subjektif dan cenderung sepihak dalam menilaiku. Yang jelas aku hanya ingin menjadi diriku yang apa adanya dan belajar tidak munafik, itu saja. Dan menurutku aku bukan pegangan dan sandaran yang baik, sebab sebenarnya aku sendiri butuh pegangan dan sandaran yang kokoh. Jadi hati hati bila kamu nekad berpegangan dan bersandar padaku karena mungkin kita bisa terjatuh bersama sama.

~ Atau begini . . . kamu bisa berpegangan padaku tapi jangan bersandar padaku. Berpegangan pada beberapa pandangan dan prinsip hidupku namun carilah sandaran yang pas dan nyaman buat hatimu. Bagaimana menurutmu? Bisa menerima?

By Budijava Rhagagaz

08 Maret 2012

Rasa Menindas Logika


~ Pepatah mengatakan "pandanglah dunia dengan mata, pikiran dan hati". Berarti dalam memandang sesuatu jangan hanya di permukaan saja, atau melihat kulitnya saja. Dalami juga esensinya dengan logika lalu gunakan hati nurani untuk memutuskan.

~ Lihat kemudian berpikir lalu bertindak dengan kearifan. Jangan menganggap semua hal itu mudah, karena itu hanya menyebabkan kita mudah lupa bahkan yang paling mengkhawatirkan kita menjadi mudah atau pandai berdusta.

~ Bila kita hanya mengandalkan perasaan dengan menindas logika, itu akan menjadikan kita mudah galau, egois dan childish. Tapi bila terlalu mengandalkan logika, itu akan menjadikan kita merasa bisa tapi kurang bisa merasa, lalu menjadikan kita sombong dan takabur.

~ Ah, memang mudah berbicara, namun untuk melakukan susahnya setengah mati. Tak apalah, setidak tidak aku telah memahami satu hal lagi . . .

By Rhagagaz

23 Januari 2012

Menikmati Keterbatasan

Menjadi terbiasa dengan keadaan kekurangan, kesederhanaan, menerima apa adanya, namun tidak mengeluh.

04 Januari 2012

Rendah hati bukan merendahkan diri


~ Maafkan aku bila ternyata aku masih egois dan terlalu memaksakan kehendak, berarti aku kurangj bisa menghargai orang lain, juga mungkin masih suka merendahkan orang lain sengaja atau tidak sengaja.

~ Maafkan diriku bila ternyata aku sering sombong atau angkuh dan cenderung apatis. Mungkin kepercayaan diriku yang berlebihan mengakibatkan aku terlihat demikian. Namun aku tidak bermaksud begitu.

~ Maafkan aku bila aku terkadang bicara terlalu kasar, vulgar dan lugas. Itu karena sifat dasarku yang naif dan terlalu apa adanya sehingga terkadang tidak bisa menjaga perasaan orang lain. Aku suka sesuatu itu sederhana dan mudah dicerna.

~ Maafkan segala kebodohanku, semua ketidaksopananku juga semua ketidaktahuanku yang sengaja atau tidak sengaja telah mengganggu privasi orang lain. Aku akan berusaha lebih hati hati akan semua hal yang berhubungan dengan privasi orang lain.

~ Maafkan aku bila telah membuat anda tidak nyaman, sebab saya memang masih dalam proses mematangkan kepribadian.