08 Maret 2012

Rasa Menindas Logika


~ Pepatah mengatakan "pandanglah dunia dengan mata, pikiran dan hati". Berarti dalam memandang sesuatu jangan hanya di permukaan saja, atau melihat kulitnya saja. Dalami juga esensinya dengan logika lalu gunakan hati nurani untuk memutuskan.

~ Lihat kemudian berpikir lalu bertindak dengan kearifan. Jangan menganggap semua hal itu mudah, karena itu hanya menyebabkan kita mudah lupa bahkan yang paling mengkhawatirkan kita menjadi mudah atau pandai berdusta.

~ Bila kita hanya mengandalkan perasaan dengan menindas logika, itu akan menjadikan kita mudah galau, egois dan childish. Tapi bila terlalu mengandalkan logika, itu akan menjadikan kita merasa bisa tapi kurang bisa merasa, lalu menjadikan kita sombong dan takabur.

~ Ah, memang mudah berbicara, namun untuk melakukan susahnya setengah mati. Tak apalah, setidak tidak aku telah memahami satu hal lagi . . .

By Rhagagaz

23 Januari 2012

Menikmati Keterbatasan

Menjadi terbiasa dengan keadaan kekurangan, kesederhanaan, menerima apa adanya, namun tidak mengeluh.

04 Januari 2012

Rendah hati bukan merendahkan diri


~ Maafkan aku bila ternyata aku masih egois dan terlalu memaksakan kehendak, berarti aku kurangj bisa menghargai orang lain, juga mungkin masih suka merendahkan orang lain sengaja atau tidak sengaja.

~ Maafkan diriku bila ternyata aku sering sombong atau angkuh dan cenderung apatis. Mungkin kepercayaan diriku yang berlebihan mengakibatkan aku terlihat demikian. Namun aku tidak bermaksud begitu.

~ Maafkan aku bila aku terkadang bicara terlalu kasar, vulgar dan lugas. Itu karena sifat dasarku yang naif dan terlalu apa adanya sehingga terkadang tidak bisa menjaga perasaan orang lain. Aku suka sesuatu itu sederhana dan mudah dicerna.

~ Maafkan segala kebodohanku, semua ketidaksopananku juga semua ketidaktahuanku yang sengaja atau tidak sengaja telah mengganggu privasi orang lain. Aku akan berusaha lebih hati hati akan semua hal yang berhubungan dengan privasi orang lain.

~ Maafkan aku bila telah membuat anda tidak nyaman, sebab saya memang masih dalam proses mematangkan kepribadian.

01 Januari 2012

Gaibnya Kebahagiaan


~ Selalu penuh semangat dan ceria, lincah, polos dan tanpa beban, rajin, ulet dan tanpa rasa lelah. Benar benar jiwa muda yang dinamis dan menyiratkan kepribadian yang matang. Rasanya susah dipercaya bahwa dirimu baru enam belas tahun, namun kehidupanmu yang keras telah membentuk kharaktermu seolah olah dirimu sudah dua puluh enam tahun.

~ Teladan yang baik dari seorang yang rendah hati, tak begitu dikenal dan tak tampak menonjol, seorang wanita biasa. Namun saat kita telah sempat berbincang bincang dengannya, niscaya kita akan terperangah dengan pandangan pandangannxa yang begitu moderat dan dewasa. Mendengar keyakinannya, caranya memandang kehidupan dan masa depan, benar benar bukan pemikiran seorang gadis usia enam belas tahun yang biasanya egois, narsis dan kekanak kanakan.

~ Lalu pandangannya tentang kebahagiaan, begitu sederhana dan mudah dicerna. Bagiku kebahagiaan itu gaib sebab datang dan perginya kita tak tahu pasti. Tak terlihat namun rasanya nyata. Maka sekecil apapun kebahagiaan itu, pasti kunikmati dan kusyukuri, sebab mungkin dia tak datang dua kali. Nikmati dan alirkan saja dalan jiwamu. Itulah salah satu pemikiran gadis enam belas tahun.

~ Kebahagiaan tak perlu kita cari jauh jauh, sebab kebahagiaan itu begitu dekat dengan kita, yaitu dalam hati kita. Dan syarat agar kita bahagia adalah tak perlu banyak syarat, tergantung cara kita menikmati dan mensyukurinxdya. "Aku pernah merasakan senua itu", katanya. Ah kamu memang gadis yang selalu terbuka pikirannya dan suka berpikiran positif.

23 Desember 2011

Terbuka Dan Percaya



~ Pernah kuragukan dan rasanya tak akan pernah kupercayai bahwa hal ini ada, yaitu 'cinta sejati'. Namun saat ini rasanya aku tak bisa menyangkal lagi sebab telah kutemukan dan kurasakan sendiri. Kurasakan sendiri namun kadang karena rasanya begitu indah dan mendalam, jadi sulit untuk diungkapkan. Hahh mungkin agak lebay juga sih, namun kurasa ini sungguh manusiawi dan universal.

~ Hal - hal yang terindah di dunia ini memang biasanya tak terlihat, namun begitu nyata dan terasa. Dan kadang terasa lebih indah bila kita hayati dengan menutup mata, seperti halnya 'cinta sejati'. Cinta sejati adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli terhadapnya. Cinta sejati adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya dengan setia. Terkadang memang absurd dan tak masuk logika namun begitulah adanya.

~ Ada hal - hal yang tidak ingin kita lepaskan dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan. Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia melainkan awal dari kehidupan yang baru. Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba. Dengan ketulusan yang tak perlu diungkapkan, namun penuh keyakinan dan tanpa penyesalan.

~ Karena merekalah yang bisa menghargai, betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka. Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal, tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh. Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu. Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu. Hanya penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah kau buat yang seharusnya ada di dalam hidupmu.

~ Ketika cinta itu tulus meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah, tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia sewaktu kamu dapat mencintai seseorang yang kamu anggap tepat sebab dia telah membawa kebaikan dalam dirimu, sehingga terkadang lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri.

~ Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang. Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, atau karena ia tidak mempedulikan kita. Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya. Bila kamu hendak mengatakan sesuatu tataplah matamu di cermin dan lihatlah ke dalam matamu, dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu dan kebenaran akan terlihat dari sana. Sebuah kearifan yang sederhana namun tak semua bisa menyadarinya.

~ By Budijava Rhagagaz

12 Desember 2011

Penuh dan Membuncah


~ Ternyata selama ini aku terlalu apatis dan egosentris, terlalu asyik dengan diri sendiri dan kurang peka menyikapi dunia di luar di sekitar diriku. Terlalu percaya diri sehingga kepercayaan diri itu justru nampak sebagai sebuah keangkuhan.

~ Ternyata di luar sana masih banyak sahabat yang begitu menyayangiku, melindungiku bahkan membantuku dengan tulus saat aku lara. Sahabat yang tidak selalu menghiyakan semua tindakanku, namun juga mau mengkritik aku saat aku salah. Ah begitu menyenangkan dan membanggakan punya sahabat yang demikian.

~ Ternyata di luar sana terdapat juga sekeping hati yang begitu mencintai dan menyayangi diriku. Sekeping hati yang membuat aku takut tertambat namun semua telah terlambat. Sekeping hati yang telah terpahat di pojok hati dalam perpustakaan pribadiku. Sekeping hati yang menimbulkan kebahagiaan yang begitu rumit dan telah tahu bahwa kebahagiaan yang sederhana ini bisa menghempaskannya pada suatu ketika. Ah betapa bangganya terlibat dalam kebahagiaan orang lain yang begitu tulus dan mantap bahkan sedikit nekad. Akupun sangat menikmati dan mensyukuri kebahagian ini.

~ Ternyata yang sangat membanggakan dan menggetarkan hati adalah kebahagiaan keluarga sendiri. Begitu nyata dan lebih pekat nuansa hubungan batinnya. Tak terbantah dan tak tergantikan oleh kebahagiaan manapun. Terima kasih buat istri dan anak anakku tercinta yang telah begitu mencemaskan aku saat aku tak berada di sisimu dan begitu mengkawatirkan diriku saat tak ada kabar berita dariku. Oh . . . aku begitu bangga dan sungguh mencintai dan menyayangi keluargaku tanpa syarat apapun.

~ Ah begitu lengkap kebahagiaanku saat ini, dalam hati sanubariku. Ternyata memang kebahagiaan tak perlu dicari jauh jauh. Sebab dia berada di dekat kita. Yaitu di hati kita. Terima kasih ya Tuhan.

By Budijava Rhagagaz

03 Desember 2011

Terasa Nyata Walau Tak Nyata


~ Pengaruhnya sungguh terasa nyata namun tak terlihat. bahkan saat pertama kali bertemu, akupun tak tahu bahwa kamu akan menjadi begitu penting bagiku. Tak ada pengingkaran sedikit pun atas rasa ini walau tak kasat mata.

~ Keyakinan dan ketulusanmu telah membukakan cakrawala baru tentang kearifan hidup. Aku semakin merasa bodoh dan merasa masih sering bertindak tak adil terhadap sesama. Ternyata aku masih terlalu banyak berhutang pada kehidupan ini.

~ Terima kasih telah menganggapku bodoh dan menyalahkanku, berarti dengan tidak sengaja telah membuat diriku semakin kuat karena aku terus belajar dari kebodohan dan kesalahan masa laluku.

~ Ah . . . nikmat rasanya bila terkadang menjadi kekanak-kanakan dalam proses mematangkan kepribadian. Lalu menjadi bagian dari kebahagiaan orang lain dan kita mendapat efek samping disayangi bahkan dicintai. Dan aku menikmatinya ... hahaha.

By Rhagagaz